ayo.baca dengan cermat. Haaii…. Sahabat Hebatku, yang selalu
Hebat disetiap Tindakan hidupnya.
Sungguh Aku makin Bahagia ketika
terus menyempatkan diri untuk
berbagi manfaat kepada sesama orang
Hebat dijagat Raya ini, eiits.. siapa lagi kalau bukan itu: KAMUU…! hehe.. Oh ya, Sebelum Kamu menggeser
scroll untuk meneruskan Artikel kali
ini, Aku Mau mendoakan Kamu ah..:
Semoga TUHAN Yang Maha
Penyanyang Selalu Mencurahkan
Nikmat dan Berkah Hidup Kepada Kita dengan berbagai Hal Rintangan yang
dapat Kita Lewati dengan Suka
cita,Penuh rasa Syukur dan Rasa
Bahagia. AMIIIIIIN??? Sahabat, Hari ini Aku akan
menceritakan kembali sebuah cerita
yang pernah diceritakan oleh
Fariduddin Attar, seorang sufi dalam
buku yang ditulisnya, ‘Conference of
the bird’ atau Musyawarah burung. tapi cerita ini aku ambil dari salah satu
Penulis Hebat favoritku bapak “Agung
Webe” yang ditulis dengan versi dia.
sangat menarik! ayoo.. Penasaran
kan? Baiklah silahkan digeser Scroll
nya.. Dalam sebuah hutan burung yang
sedang dilanda bencana, yaitu
ancaman dari monster ganas yang
memangsa satu persatu para burung
dengan sangat sadisnya. Burung-
burung tersebut tidak bisa memberikan perlawanan karena takut
yang akhirnya menyerah pasrah.Dari
sebuah persembunyian, beberapa
kelompok burung yang prihatin
dengan kondisi bangsanya
ini memusyawarahkan sesuatu. Seorang burung muda pun berkata,
“Apakah tidak ada cara lain untuk
melawan monster tersebut?
”Seorang burung tua bijaksana,
dengan rambut dan jenggot yang
panjang mengatakan, “Ada kisah kuno para burung, bahwa
kita bisa mengalahkan monster itu
apabila kita berhasil menemui raja
burung.
”“Dimanakah raja burung itu?
”“Dia bersemayam di suatu tempat di balik tujuh bukit disana. Dan untuk
mencapainya memerlukan kekuatan
dalam perjalanan.
”“Kita harus kesana!
”“Perjalanan bertemu sang Raja itu
berat nak. ”“Untuk mewujudkan kedamaian,
saya akan melakukan perjalanan itu.
Siapa yang akan turut serta?” kata
burung muda sembari berdiri Akhirnya terbentuklah sekelompok
burung yang ingin menemui sang Raja
burung. Mereka memulai perjalanan
menuju bukit ketujuh.Melewati bukit
pertama, dari sekelompok tersebut
sudah ada yang mengundurkan diri karena lelah dan tidak kuat. Melewati
bukit ketiga, ada lagi yang
mengundurkan diri. Bukit keempat,
kelima, dan keenam, semakin banyak
yang ‘tumbang’ dan merasa tidak kuat
menempuh perjalanan yang demikian jauh tadi. Ya, kalau raja burung itu ada, kalau
ternyata tidak ada? Itukan hanya
cerita kuno dari orang tua? Akhirnya karena semangat dari
burung muda untuk mewujudkan
kedamaian di masyarakatnya, maka
ialah yang berhasil sendirian untuk
mencapai bukit ketujuh, dan sampai di
kerajaan sang Raja burung! “Ternyata kerajaan ini memang benar-
benar ada! Saya harus menemui sang
Raja!” Memasuki wilayah kerajaan, ternyata
burung muda dihadang oleh penjaga
sang Raja yang tidak
memperbolehkan masuk. Setelah
melakukan adegan pertempuran
untuk ‘mengalahkan’ penjaga akhirnya burung muda diberitahu oleh
penjaga bahwa sang Raja burung ada
di ruang istimewa di bawah tanah. Segera sang burung muda turun ke
ruang istimewa di bawah tanah.Ia
memasuki pelan-pelan ruangan itu.
Sesampai di tengah ruangan, ia tidak
menemukan sang Raja burung. Burung
muda melihat sebuah ruangan tersembunyi yang bertuliskan “Aku
ada disini” Tanpa pikir panjang ia kemudian
membuka ruangan itu untuk menemui
sang Raja.Didalam ruangan
tersembunyi tersebut hanya ada
sebuah kursi singgasana raja dan
sebuah cermin!Burung muda saat itu melihat dirinya sendiri di dalam
cermin, dan tercerahkan! Ia kemudian kembali ke hutan tempat
asalnya dan menumpas monster yang
mengancam seluruh masyarakat
burung. Burung muda itu demikian
terkenal karena keberhasilannya
mewujudkan kedamaian di negerinya. “Engkau demikian sakti karena
engkau telah bertemu dengan Raja
burung. Perjalanan panjang yang kau
lakukan untuk ke singgasana sang
Raja tidak sia-sia. Coba ceritakan
kepada kami, seperti apakah Raja burung yang sakti itu?” Burung muda yang karena perjalanan
panjangnya telah menjadi bijaksana,
terpaksa ‘mengarang’ cerita,
menciptakan rumors tentang sang
Raja burung. “Ya, dibalik bukit ke tujuh itu, ada
singgasana yang dihuni oleh Raja
burung yang sakti. Siapapun yang
menemui sang Raja, ia akan menjadi
sakti untuk mengalahkan keangkara-
murkaan. ”Cerita itu ia karang supaya ada lagi
yang berani melakukan perjalanan ke
singgasana tersebut, supaya ada yang
tergerak untuk kesana. Dalam hati sang burung muda
berkata,“Maaf masyarakatku, aku
tidak bisa menceritakan hal
sebenarnya yang terjadi dan siapa raja
burung itu sesungguhnya, karena
hanya ketika kalian telah melakukan perjalanan ke sana, kalian akan
menyadari siapa sang Raja burung
tersebut.” Holaaaa….! Sekarang Aku Yakiiin
banget, Kamu sudah memahami
maksud dari cerita diatas. dan Pribadi
hebat sepertimu sudah Pasti telah
menyiapkan Tindakan Hebat dari
Hikmah cerita di atas. BISAA? Wah.. Aku bener-bener bangga deh sama
Kamu. SEMANGAAAT Terus ya Sob…. oh ya, Please.. Mohon Tinggalkan
Pendapatmu ya.. dengan mengisi
Komentar dibawah ini .. Supaya Aku
bisa belajar juga dari Pribadi Hebat
sepertimu. SIAAP?
Hebat disetiap Tindakan hidupnya.
Sungguh Aku makin Bahagia ketika
terus menyempatkan diri untuk
berbagi manfaat kepada sesama orang
Hebat dijagat Raya ini, eiits.. siapa lagi kalau bukan itu: KAMUU…! hehe.. Oh ya, Sebelum Kamu menggeser
scroll untuk meneruskan Artikel kali
ini, Aku Mau mendoakan Kamu ah..:
Semoga TUHAN Yang Maha
Penyanyang Selalu Mencurahkan
Nikmat dan Berkah Hidup Kepada Kita dengan berbagai Hal Rintangan yang
dapat Kita Lewati dengan Suka
cita,Penuh rasa Syukur dan Rasa
Bahagia. AMIIIIIIN??? Sahabat, Hari ini Aku akan
menceritakan kembali sebuah cerita
yang pernah diceritakan oleh
Fariduddin Attar, seorang sufi dalam
buku yang ditulisnya, ‘Conference of
the bird’ atau Musyawarah burung. tapi cerita ini aku ambil dari salah satu
Penulis Hebat favoritku bapak “Agung
Webe” yang ditulis dengan versi dia.
sangat menarik! ayoo.. Penasaran
kan? Baiklah silahkan digeser Scroll
nya.. Dalam sebuah hutan burung yang
sedang dilanda bencana, yaitu
ancaman dari monster ganas yang
memangsa satu persatu para burung
dengan sangat sadisnya. Burung-
burung tersebut tidak bisa memberikan perlawanan karena takut
yang akhirnya menyerah pasrah.Dari
sebuah persembunyian, beberapa
kelompok burung yang prihatin
dengan kondisi bangsanya
ini memusyawarahkan sesuatu. Seorang burung muda pun berkata,
“Apakah tidak ada cara lain untuk
melawan monster tersebut?
”Seorang burung tua bijaksana,
dengan rambut dan jenggot yang
panjang mengatakan, “Ada kisah kuno para burung, bahwa
kita bisa mengalahkan monster itu
apabila kita berhasil menemui raja
burung.
”“Dimanakah raja burung itu?
”“Dia bersemayam di suatu tempat di balik tujuh bukit disana. Dan untuk
mencapainya memerlukan kekuatan
dalam perjalanan.
”“Kita harus kesana!
”“Perjalanan bertemu sang Raja itu
berat nak. ”“Untuk mewujudkan kedamaian,
saya akan melakukan perjalanan itu.
Siapa yang akan turut serta?” kata
burung muda sembari berdiri Akhirnya terbentuklah sekelompok
burung yang ingin menemui sang Raja
burung. Mereka memulai perjalanan
menuju bukit ketujuh.Melewati bukit
pertama, dari sekelompok tersebut
sudah ada yang mengundurkan diri karena lelah dan tidak kuat. Melewati
bukit ketiga, ada lagi yang
mengundurkan diri. Bukit keempat,
kelima, dan keenam, semakin banyak
yang ‘tumbang’ dan merasa tidak kuat
menempuh perjalanan yang demikian jauh tadi. Ya, kalau raja burung itu ada, kalau
ternyata tidak ada? Itukan hanya
cerita kuno dari orang tua? Akhirnya karena semangat dari
burung muda untuk mewujudkan
kedamaian di masyarakatnya, maka
ialah yang berhasil sendirian untuk
mencapai bukit ketujuh, dan sampai di
kerajaan sang Raja burung! “Ternyata kerajaan ini memang benar-
benar ada! Saya harus menemui sang
Raja!” Memasuki wilayah kerajaan, ternyata
burung muda dihadang oleh penjaga
sang Raja yang tidak
memperbolehkan masuk. Setelah
melakukan adegan pertempuran
untuk ‘mengalahkan’ penjaga akhirnya burung muda diberitahu oleh
penjaga bahwa sang Raja burung ada
di ruang istimewa di bawah tanah. Segera sang burung muda turun ke
ruang istimewa di bawah tanah.Ia
memasuki pelan-pelan ruangan itu.
Sesampai di tengah ruangan, ia tidak
menemukan sang Raja burung. Burung
muda melihat sebuah ruangan tersembunyi yang bertuliskan “Aku
ada disini” Tanpa pikir panjang ia kemudian
membuka ruangan itu untuk menemui
sang Raja.Didalam ruangan
tersembunyi tersebut hanya ada
sebuah kursi singgasana raja dan
sebuah cermin!Burung muda saat itu melihat dirinya sendiri di dalam
cermin, dan tercerahkan! Ia kemudian kembali ke hutan tempat
asalnya dan menumpas monster yang
mengancam seluruh masyarakat
burung. Burung muda itu demikian
terkenal karena keberhasilannya
mewujudkan kedamaian di negerinya. “Engkau demikian sakti karena
engkau telah bertemu dengan Raja
burung. Perjalanan panjang yang kau
lakukan untuk ke singgasana sang
Raja tidak sia-sia. Coba ceritakan
kepada kami, seperti apakah Raja burung yang sakti itu?” Burung muda yang karena perjalanan
panjangnya telah menjadi bijaksana,
terpaksa ‘mengarang’ cerita,
menciptakan rumors tentang sang
Raja burung. “Ya, dibalik bukit ke tujuh itu, ada
singgasana yang dihuni oleh Raja
burung yang sakti. Siapapun yang
menemui sang Raja, ia akan menjadi
sakti untuk mengalahkan keangkara-
murkaan. ”Cerita itu ia karang supaya ada lagi
yang berani melakukan perjalanan ke
singgasana tersebut, supaya ada yang
tergerak untuk kesana. Dalam hati sang burung muda
berkata,“Maaf masyarakatku, aku
tidak bisa menceritakan hal
sebenarnya yang terjadi dan siapa raja
burung itu sesungguhnya, karena
hanya ketika kalian telah melakukan perjalanan ke sana, kalian akan
menyadari siapa sang Raja burung
tersebut.” Holaaaa….! Sekarang Aku Yakiiin
banget, Kamu sudah memahami
maksud dari cerita diatas. dan Pribadi
hebat sepertimu sudah Pasti telah
menyiapkan Tindakan Hebat dari
Hikmah cerita di atas. BISAA? Wah.. Aku bener-bener bangga deh sama
Kamu. SEMANGAAAT Terus ya Sob…. oh ya, Please.. Mohon Tinggalkan
Pendapatmu ya.. dengan mengisi
Komentar dibawah ini .. Supaya Aku
bisa belajar juga dari Pribadi Hebat
sepertimu. SIAAP?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar